Rabu, 30 November 2011

Preman dan Wanita Cantik


Seorang preman berwajah garang sedang mengendarai motor Harleynya, ketika melewati seorang gadis cantik bergaun panjang yg sedang berdiri diatas jembatan layang.
Ia menghentikan motornya dan bertanya : “apa yg sedang kamu lakukan ?” Jawab sang Gadis :”saya ingin bunuhdiri”
Mengambil kesempatan ini sang preman berkata :”kalau begitu sebelum kamu melompat, berikan saya ciumanmu yg terakhir”
Sang gadis pun menciumnya. Setelah ciuman berakhir, sang preman dengan wajah berseri-seri berkata: “mengapa kamu ingin bunuhdiri ? Ciumanmu begitu panas dan menggairahkan. Pasti banyak lelaki yg akan tergila-gila dengan ciumanmu ini”
Dengan sedih sang gadis menjawab : “saya ingin bunuhdiri karena orangtua dan keluarga saya menentang saya berpakaian dan berdandan seperti wanita”

Minggu, 13 November 2011

kok hanya seratus ribu?

Sepasang suami istri dalam perjalanan keluar kota dan karena jaraknya lumayan jauh, mereka bermaksud menginap di sebuah hotel sebelum meneruskan perjalanan keesokan paginya.
Akhirnya mereka menemukan Hotel yang cukup bagus walaupun tidak berbintang dan bermalam. Keesokan paginya ketika akan keluar hotel, mereka harus membayar Rp 350.000,-
“Hah? Ini sih tarif hotel bintang 5. Nggak salah?” tanya si suami terkejut.
Ia minta dipanggilkan manajer hotel dan memprotes tarif yang terlalu tinggi. Setelah mendengarkan dengan penuh perhatian, si manajer berkata, “Hotel CJDW dilengkapi dengan kolam renang standar internasional, ruang konferensi dan berbagai hiburan taraf internasional.”
“Tapi kami sama sekali tidak memanfaatkan fasilitas yang Bapak sebut tadi,” kata si suami bersikeras. “Salah Bapak sendiri. Fasilitas itu disediakan untuk dimanfaatkan,” kata si manajer tak mau kalah.
Setelah tercenung sejenak si suami membuka dompetnya, mengeluarkan uang Rp 100.000,- dan mengulurkannya kepada si manajer.
“Kok hanya seratus ribu?” tanya manajer.
“Karena Bapak harus membayar Rp 250.000.- untuk tidur dgn istri saya.”
“Tapi saya tidak tidur dengan istri Bapak…”
“Salah sendiri. Sudah tersedia semalaman, kenapa tidak dimanfaatkan…”

Rabu, 09 November 2011

masa bodo ia hamil atau tidak

Pada suatu hari, mobil Tante Lisa mogok disebuah desa terpencil. Hari saat itu telah gelap dan hujan turun rintik-rintik. Karena tidak ada bengkel yang dekat, akhirnya Tante Lisa mengunjungi sebuah rumah yang ada dipinggir jalan dan mengetuk pintunya.
“Selamat malam,” Kata wanita itu ketika si tuan rumah membuka pintu.
” Maaf, Pak, mobil saya mogok dan tidak ada bengkel buka malam-malam begini. Boleh saya menginap barang sehari disini?”
“Silakan, Nyonya,” jawab Tuan Rumah, kemudian ia memanggil seseorang.
” Toni, kesini, antar nyonya ini kekamarnya. Toni adalah anak kembar saya,
kakaknya bernama Tono.”
Singkat cerita, Tante Lisa akhirnya menginap dirumah orangtua Toni dan Tono. Karena udara sangat dingin, wanita kota itu mendambakan `kehangatan` lain, dari laki-laki. Kemudian ia teringat si pemuda kembar Toni dan Tono. Perlahan-lahan ia keluar kamar dan mengetuk kamar lain dimana dua pemuda itu beristirahat.
“Toni, Tono. Maukah kamu bermain cinta dengan saya?” Kata Tante Lisa ketika ia sudah berada dikamar. “Tapi karena saya tidak mau hamil, kamu berdua sebaiknya memakai kondom!”
Akhirnya mereka bertiga melakukan `kegiatan` malam tersebut. Lama cerita, tiga puluh tahun kemudian Toni dan Tono, yang sudah menjadi kakek-kakek, sedang bersantai di teras rumah.
“Toni, ingatkah kamu kepada Tante Lisa 30 tahun yang lalu?” Kata Tono membuka percakapan. “Ya, aku ingat. Kenapa?” “Dan omongannya bahwa ia menyuruh kita memakai kondom karena tidak mau hamil. Ingatkah kau?”
“Ya, aku ingat. Masa bodo ia mau hamil atau tidak.”
“Aku juga tidak mau tahu,” Tono menarik nafas panjang. “Karena itu, mari kita buka kondom ini sekarang.”

lakukan apa saja yang kamu mau

Rere adalah seorang yang sangat tergila-gila dengan cowok bule. Setiap hari ia mengimpikan untuk dapat berpacaran dan melampiaskan fantasinya dengan tipe cowok idamannya itu. Suatu malam Ia bertemu seorang lelaki bule yang gagah perkasa. Merasa mendapatka impiannya Rere membawanya ke rumah. Sesampainya dirumah, mereka langsung menuju kamar.
Rere : “Nah, sekarang kita sudah dikamar saya, tolong bukakan semua pakaian saya.”
Setelah lelaki itu membukakan semua pakaiannya, kemudian Rere berkata lagi : “Maukah kamu mengikat kedua tangan saya ditepi tempat tidur dan lakukan apa yang kamu mau.”
Lelaki bule: “Semua yang saya mau?”
Rere: “Iya, apapun itu…”
Si bule tersebut melihat seluruh ruangan dan kemudian mengambil semua perhiasan Rere dan meninggalkannya terikat di tepi tempat tidur.